Minggu, 14 Juni 2015

[025] Al Furqaan Ayat 018

««•»»
Surah Al Furqaan 18

قَالُوا سُبْحَانَكَ مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَّخِذَ مِنْ دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنْ مَتَّعْتَهُمْ وَآبَاءَهُمْ حَتَّى نَسُوا الذِّكْرَ وَكَانُوا قَوْمًا بُورًا
««•»»
qaaluu subhaanaka maa kaana yanbaghii lanaa an nattakhidza min duunika min awliyaa-a walaakin matta'tahum waaabaa-ahum hattaa nasuu aldzdzikra wakaanuu qawman buuraan
««•»»
Mereka (yang disembah itu) menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain engkau (untuk jadi) pelindung {1060}, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka keni'matan hidup, sampai mereka lupa mengingati (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa".
{1060} Maksudnya: setelah mereka dikumpulkan bersama-sama apa yang mereka sembah, Yaitu: malaikat, Uzair, Nabi Isa a.s dan berhala-berhala dan setelah Tuhan menanyakan kepada yang disembah itu, Apakah mereka yang menyesatkan orang-orang itu ataukah orang- orang itu yang sesat sendirinya, Maka yang disembah itu Menjawab bahwa tidaklah patut bagi mereka untuk menyembah selain Allah, apalagi untuk menyuruh orang lain menyembah selain Allah.
««•»»
They will say, ‘Immaculate are You! It does not behoove us to take any guardians in Your stead! But You provided for them and their fathers until they forgot the Reminder, and they were a ruined lot.’
««•»»

Mereka serentak menjawab: "Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami, tidaklah patut bagi kami mengambil perlindungan selain Engkau. Inilah kepercayaan kami karena tidak ada yang berhak disembah dan diambil jadi pelindung kecuali Engkau sajalah. Bagaimana pula kami akan menyuruh orang lain menyembah selain. Engkau sedangkan hal itu bertentangan dengan akidah dan iman kami. Mungkin Engkau Ya Tuhan kami telah melimpahkan kepada mereka nikmat dan rahmat Engkau agar mereka bersyukur kepada Engkau, tetapi mereka pergunakan nikmat dan rahmat itu untuk kepuasan hawa nafsu mereka, sehingga mereka telah karam dengan kesenangan dan kelezatan dan akhirnya mereka melupakan Engkau dan jatuh ke jurang kesesatan dan tak dapat ditolong lagi dan termasuk mereka ke dalam golongan orang-orang yang binasa".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka yang disembah itu menjawab, "Maha Suci Engkau,) dari apa yang tidak layak bagi Engkau (tidaklah patut) tidaklah dibenarkan (bagi kami mengambil selain Engkau) (untuk jadi pelindung) lafal Min Auliyaa berkedudukan menjadi Maf'ul pertama, sedangkan huruf Min adalah Zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna Nafi. Lafal sebelumnya berkedudukan menjadi Maf'ul kedua. Maksudnya, mana mungkin kami memerintahkan mereka untuk menyembah kami (akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup) sebelumnya yaitu di dunia, dengan umur yang panjang dan rezeki yang luas. (Sampai mereka lupa akan peringatan) yakni nasihat dan iman kepada Alquran (dan mereka adalah kaum yang binasa.") Allah berfirman:
««•»»
They will say, ‘Glory be to You — exalted be You above what does not befit You! It was not, it would [not] have been right, for us to take any guardians besides You, that is, other than You (min awliyā’a, the first direct object, the min being extra, [added] to emphasise the negation; the preceding [min dūnika, ‘besides You’] is the second [direct object]). So how can we command that we be worshipped? But You gave them and their fathers, before them, ease [of living], by granting [them] long life and abundant provision, until they forgot the Remembrance, [until] they became remiss about admonitions and belief in the Qur’ān, and became a lost folk’, [a folk] destroyed. God, exalted be He, says:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 17]•[AYAT 19]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of77
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=25&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#25:18

Sabtu, 09 Mei 2015

[025] Al Furqaan Ayat 017

««•»»
Surah Al Furqaan 17

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَقُولُ أَأَنْتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِي هَؤُلَاءِ أَمْ هُمْ ضَلُّوا السَّبِيلَ
««•»»
wayawma yahsyuruhum wamaa ya'buduuna min duuni allaahi fayaquulu a-antum adhlaltum 'ibaadii haaulaa-i am hum dhalluu alssabiila
««•»»
Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah); "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?".
««•»»
On the day that He will muster them and those whom they worship besides Allah, He will say, ‘Was it you who led astray these servants of Mine, or did they themselves stray from the way?’
««•»»

Pada Hari Kiamat orang-orang musyrik yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah dikumpulkan bersama-sama dengan sembahan-sembahan mereka. Lalu Allah mengemukakan pertanyaan-pertanyaan kepada sembahan-sembahan itu. Benarkan kamu dahulu di dunia menyuruh mereka itu menyembahmu sehingga mereka telah sesat dari jalan yang benar. mempersekutukan Aku dengan kamu sekalian sehingga mereka mengingkari ajaran-ajaran-ku dan ajaran-ajaran Rasul-Ku. Di antara sembahan-sembahan yang disembah orang-orang kafir itu termasuk beberapa malaikat. Nabi Isa dan Uzair. Mereka merasa sangat heran dan tercengang mendengar pertanyaan-pertanyaan itu karena mereka tidak pernah menyuruh manusia menyembah mereka, bahkan mereka selalu menyeru kepada tauhid, menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. Dalam ayat ini disebutkan pertanyaan Allah yang khusus dihadapkan kepada Nabi Isa,

yaitu firman-Nya:
وإذ قال الله يا عيسى ابن مريم ءأنت قلت للناس اتخذوني وأمي إلهين من دون الله قال سبحانك ما يكون لي أن أقول ما ليس لي بحق إن كنت قلته فقد علمته تعلم ما في نفسي ولا أعلم ما في نفسك إنك أنت علام الغيوب
Dan ingatlah ketika Allah berfirman: "Hai putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentu Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib".
(QS. Al Maidah [5]:116)

Dengan spontan mereka menjawab pertanyaan Allah yang tidak mereka duga sedikitpun akan dimajukan kepada mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan pada suatu hari ketika Allah menghimpunkan mereka) lafal Yahsyuruhum dapat pula dibaca Nahsyuruhum, sehingga artinya menjadi, Kami menghimpun mereka (beserta apa yang mereka sembah selain Allah) yakni seperti malaikat; Nabi Isa, dan Nabi Uzair, serta jin (lalu Allah berkata:) kepada mereka yang disembah untuk memantapkan hujah-Nya terhadap orang-orang yang menyembah mereka. Lafal Fayaquulu dapat pula dibaca Fanaquulu, artinya, Kami berkata, ("Apakah kalian) lafal A-antum dapat dibaca secara Tahqiq yaitu dengan menyatakan kedua Hamzahnya, dan dapat pula dibaca Tas-hil yaitu dengan menggantikan Hamzah yang kedua menjadi Alif sehingga bacaan Hamzahnya menjadi panjang, dapat pula dibaca pendek yakni tanpa memakai Alif (yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu) artinya apakah kalian telah menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan dengan perintah kalian kepada mereka, supaya mereka menyembah kalian? (atau mereka sendirilah yang sesat dari jalan yang benar?") yakni atas kehendak mereka sendiri.
««•»»
And on the day when He will assemble them (yahshuruhum; a variant reading has nahshuruhum, ‘We assemble them’) and that which they worship besides God, that is, other than Him, such as the angels, Jesus, Ezra and the jinn, and will say, exalted be He, (fa-yaqūlu; a variant has fa-naqūlu, and We shall say’) to those who were worshipped, as a way of establishing the argument against the worshippers [of the former]: ‘Was it you (read a-antum pronouncing both hamzas, or by substituting the second one with an alif, or not pronouncing this [last] and inserting an alif between the one not pronounced and the former, or without [such an insertion]) who misled these servants of Mine, causing them to fall into error by commanding them to worship you, or did they go astray from the way?, the path of truth, by themselves?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 16]•[AYAT 18]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of77
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=25&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#25:17

[025] Al Furqaan Ayat 016

««•»»
Surah Al Furqaan 16

لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ خَالِدِينَ كَانَ عَلَى رَبِّكَ وَعْدًا مَسْئُولًا
««•»»
lahum fiihaa maa yasyaauuna khaalidiina kaana 'alaa rabbika wa'dan mas-uulaan
««•»»
Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).
««•»»
There they will have whatever they wish, abiding [forever], a promise [much] besought, [binding] on your Lord.1[1] Cf.3:94: ‘Our Lord, grant us what You have promised us through Your apostles.’
««•»»

Di dalam surga itu mereka diberi apa yang mereka minta dan mereka inginkan berupa pakaian makanan dan minuman serta segala kenikmatan yang tak dapat dibayangkan oleh manusia di dunia ini. Selain dari itu mereka selalu berada dalam keridaan Ilahi dan inilah suatu nikmat rohani yang tidak ada taranya, karena keridaan Ilahi itulah yang menimbulkan rasa tenteram dan bahagia di dalam hati sanubari setiap hamba Allah,

sebagaimana tersebut dalam firman-Nya.
قال الله هذا يوم ينفع الصادقين صدقهم لهم جنات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها أبدا رضي الله عنهم ورضوا عنه ذلك الفوز العظيم
Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan merekapun rida terhadap-Nya. Inilah keberuntungan yang paling besar"
(QS. Al Maidah [5]:119)

Demikianlah janji Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa dan janji Allah itu pasti terlaksana.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedangkan mereka kekal) lafal Khaalidiina menjadi Hal yang bersifat Lazimah atau harus (adalah) janji mereka seperti yang telah disebutkan tadi (janji dari Rabbmu yang patut dimohonkan kepada-Nya) artinya orang yang telah dijanjikan kepadanya hal itu patut untuk memohon kepada-Nya, sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, yaitu, "Ya Rabb kami! Berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau." (Q.S. Ali Imran, 194) atau hal itu dimintakan oleh para Malaikat buat mereka, sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, yaitu, "Ya Rabb kami! Masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan-kepada mereka."
(QS. Al Mukmin [40]:8).
««•»»
In it they shall have what they wish, abiding [therein] — an irrevocable state — it, the promise to them of what is mentioned, is a promise binding on your Lord, [a promise] much besought, requested by those who have been promised it [as is clear from the following]: Our Lord, grant us what You have promised us through Your messengers [Q. 3:194], or requested on their behalf by the angels [who say]: Our Lord, and admit them into the Gardens of Eden which You have promised them [Q. 40:8].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 15]•[AYAT 16]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of77
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=25&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#25:16

Senin, 20 April 2015

[025] Al Furqaan Ayat 015

««•»»
Surah Al Furqaan 15

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا
««•»»
qul adzaalika khayrun am jannatu alkhuldi allatii wu'ida almuttaquuna kaanat lahum jazaa-an wamashiiraan
««•»»
Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?".
««•»»
Say, ‘Is that better, or the everlasting paradise promised to the Godwary, which will be their reward and destination?’
««•»»

Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang kafir itu, apakah siksaan yang demikian hebat dan dahsyat itu lebih baik dari surga yang penuh nikmat dan rahmat yang disediakan bagi orang-orang mukmin yang bertakwa. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Surga itu dijadikan untuk mereka karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta taat dan patuh menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Katakanlah! "Apa yang demikian itukah) hal yang telah disebutkan itukah, yaitu ancaman dan gambaran tentang neraka (yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan) (kepada orang-orang yang bertakwa?" Surga itu untuk mereka) menurut ilmu Allah (sebagai balasan) sebagai pahala (dan tempat kembali) tempat menetap yang abadi.
««•»»
Say: ‘Is that, which is mentioned of the threat of chastisement and the description of the Fire, better, or the Garden of Immortality which has been promised to the God-fearing, which will be, in God’s knowledge, exalted be He, their requital, [their] reward, and journey’s end?’, [their] place of return.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 14]•[AYAT 16]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of77
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=25&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#25:15

[025] Al Furqaan Ayat 014

««•»»
Surah Al Furqaan 14

لَا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا
««•»»
laa tad'uu alyawma tsubuuran waahidan waud'uu tsubuuran katsiiraan
««•»»
(Akan dikatakan kepada mereka): "Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak" {1059}.
{1059} Harapan mereka untuk dibinasakan sekaligus tidak dikabulkan Allah; tetapi mereka akan mengalami azab yang lebih besar selama-lamanya.
««•»»
[They will be told:] ‘Do not pray for a single annihilation today, but pray for many annihilations!’
««•»»

Di waktu itu diucapkan kepada mereka janganlah kamu mengucapkan kata itu (celaka aku) sekali saja. Ucapkanlah kata itu berkali-kali karena yang kamu lihat dan alami ini baru satu macam dari siksa yang akan ditimpakan kepadamu. Banyak lagi macam siksaan yang akan kamu derita. Oleh sebab itu berteriak-teriaklah berkali-kali memang kamu akan ditimpa siksaan yang dahsyat dan hebat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bahkan mereka men("Janganlah kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak") sesuai dengan azab yang menimpa kalian ini.
««•»»
‘Do not pray for a single annihilation on this day, but pray for many annihilations!’, which will be [the nature of] your chastisement.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 13]•[AYAT 15]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of77
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=25&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#25:14

[025] Al Furqaan Ayat 013

««•»»
Surah Al Furqaan 13

وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا
««•»»
wa-idzaa ulquu minhaa makaanan dhayyiqan muqarraniina da'aw hunaalika tsubuuraan
««•»»
Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan {1058}.
{1058} Maksudnya: mereka mengharapkan kebinasaan, agar terlepas dari siksaan yang Amat besar, Yaitu azab di neraka yang Amat panas dengan dibelenggu, di tempat yang sempit pula, sebagai yang dilukiskan itu.
««•»»
And when they are cast into a narrow place in it, bound together [in chains], they will pray for [their own] annihilation.[Cf. 43:77; 78:40]
««•»»

Bila mereka dilemparkan ke suatu tempat yang sempit di neraka itu dengan tangan terbelenggu di sanalah mereka akan berseru "celaka aku" Kenapa aku dahulu tidak mengacuhkan petunjuk yang diturunkan Allah dengan perantaraan Rasul-Nya, kenapa aku membantah dan menolaknya benar-benar aku ini seorang yang celaka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila mereka dicampakkan ke tempat yang sempit di neraka itu) dapat dibaca Dhayyiqan dengan memakai harakat Tasydid pada huruf Ya, dapat pula dibaca Takhfif atau tanpa Tasydid sehingga bacaannya menjadi Dhayqan, maksudnya neraka itu menghimpit mereka. Lafal Minhaa berkedudukan menjadi Hal dari lafal Makaanan, karena pada asalnya ia adalah kata sifat baginya (dengan dibelenggu) yakni tangan dan leher mereka dibelenggu menjadi satu; harakat Tasydid yang ada pada lafal Muqarraniina menunjukkan makna Taktsir atau banyak (mereka di sana mengharapkan kebinasaan) maksudnya mereka ingin mati saja karena pedihnya siksaan. Dikatakan oleh Allah swt. kepada mereka,
««•»»
And when they are flung into a narrow place thereof (read dayyiqan or dayqan, ‘narrow’, such that it constricts them; minhā, ‘thereof’, is a circumstantial qualifier referring to makānan, ‘place’, because it is actually an adjectival qualification of it) bound together, shackled, with their hands bound to their necks in chains (the use of the intensive form muqarranīna [as opposed to muqranīna] is meant to indicate a large number), they will at that point pray for [their own] annihilation, and it will be said to them:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 12]•[AYAT 14]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of77
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=25&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#25:13

Jumat, 27 Maret 2015

[025] Al Furqaan Ayat 012

««•»»
Surah Al Furqaan 12

إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا
««•»»
idzaa ra-at-hum min makaanin ba'iidin sami'uu lahaa taghayyuzhan wazafiiraan
««•»»
Apabila neraka itu melihat {1057} mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.
{1057} Zahir ayat ini menunjukkan bahwa mereka itu dapat melihat, dan ini mungkin terjadi dengan kekuasaan Allah. atau ayat ini menggambarkan bagaimana dahsyat dan seramnya neraka itu agar Setiap orang dapat menggambarkannya.
««•»»
When it[That is, hell.] sights them from a distant place, they will hear it raging and roaring.
««•»»

Apabila orang-orang kafir itu telah digiring ke neraka, maka nerakapun melihat mereka dari jauh, terdengarlah suaranya yang gemuruh karena kemarahan melihat orang-orang kafir itu seakan-akan neraka itu seekor singa yang lapar melihat mangsanya mendekatinya. Ibnu Munzir dan Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ubaid ibnu Umair berkata: Sesungguhnya Jahanam itu bergemuruh suaranya sehingga para malaikat dan Nabi-nabi gemetar persendiannya mendengar suara itu, sehingga Nabi Ibrahim jatuh berlutut dan berkata: "Ya Tuhanku tak ada yang aku mohonkan hari ini kecuali keselamatan diriku". Dapatlah dibayangkan bagaimana seramnya keadaan di waktu itu dan bagaimana dahsyatnya siksa yang akan diterima oleh mereka dan bagaimana beratnya penderitaan yang akan mereka rasakan di waktu itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya) yakni suara mendidihnya seperti halnya orang yang sedang marah (dan suara nyalanya) suara yang keras sekali dari nyala apinya. Atau makna yang dimaksud adalah jika orang-orang tersebut melihat neraka sekalipun dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar suara gemuruh dan nyala apinya.
««•»»
When it sees them from a distant place, they will hear it raging, boiling like an enraged person when his heart boils with anger, and roaring, [producing] a powerful noise. Alternatively, what is meant by their ‘hearing it raging’ is their vision of it and awareness of it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 11]•[AYAT 13]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of77
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=25&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#25:12